Print

Bermaksud untuk menyediakan sentra produk Usaha Kecil Menengah (UKM) di jalur lingkar selatan. Pemerintah Kota Probolinggo berencana untuk memanfaatkan bekas gedung Kelurahan Pakistaji. Akan tetapi, dari pantauan Suara Kota pada Kamis (14/4) kondisi gedung yang sudah lama mangkrak alias tidak berfungsi nampak tidak terawat, sebagian dinding mulai mengelupas (kropos) dan atap plafonnya pun mulai runtuh, bahkan tercium bau tak sedap dari dalam ruangan sisi timur.

Belum terlihat tanda-tanda kegiatan yang berkaitan dengan pembangunan sentra UKM seperti yang direncanakan. Salah satu yang dapat menerangkan tentang rencana tersebut hanya melalui sebuah papan bertuliskan “ Bangunan ini milik Pemerintah Kota Probolinggo akan dibangun sentra UKM”.

Menurut Kasie Perekonomian, Kecamatan Wonoasih, Purwandari, menjelaskan bahwa ide pembangunan sentra UKM tersebut telah tercetus pada tahun 2014 silam. “ Seingat saya, Camat Wonoasih periode Pak Maskur dulu pernah menyampaikan ide untuk pembangunan sentra UKM. Bahkan sudah berkoordinasi dengan Bappeda,” ungkapnya saat ditemuiSuara Kota di ruang kerjanya.

Namun, untuk hasil koordinasi tersebut Purwandari mengaku belum mendapat info apapun hingga saat ini. “ Kami juga menunggu mbak, semoga bisa terealisasi. Jadi pengedara dari luar kota bisa mampir di rest area dan berbelanja produk UKM,” harapnya.

Untuk menggali informasi lebih detail, Suara Kota meminta klarifikasi kepada pihak Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda). Menurut Kabid Sosial Budaya, Muhammad Sonhadji, bahwa perihal tentang wacana tersebut telah ditindak lanjuti pihaknya, melalui kegiatan identifikasi lokasi bersama bidang aset. Hasil dari kegiatan tersebut adalah masih perlu dipertimbangkan lagi karena ada salah satu kendala dilapangan terkait kesulitan penyediaan lahan parkir.

“Pembangunan rest area dibatalkan, karena dipandang luasnya kurang, akan tetapi ada wacana dibangun di lokasi dekat terminal Bayuangga,” pungkasnya saat dihubungi suara kota pada Jumat (15/4) siang.(oke)